Puisi untuk Miyabi
kau masuki rimba penuh halimun
hingga bayang tubuhmu jadi nanar
menggigilkan cuaca di puncak takdir
sekilas pertemuan, seutas kenangan
meramu senja penghabisan
tapi usia belum usai melata
pada paras belia yang jelita
yang seindah bunga sakura
miyabi, mengapa mesti
kau luruhkan busana
hanya untuk ilusi
yang tak jenuh kau suguhkan
pada akhirnya hari akan tahu
dimana mesti berhenti
untuk tidak kembali
menjenguk masa lalu
(Karangasem, Bali, November 2007)
Trackbacks
Leave a Reply