Sejauh Alur Batanghari

sejauh alur Batanghari
                    senja tiba lebih dini
hamba terus berkayuh
menjauh dari dermaga Muaratembesi,
                      dari nalam masa silam

Batanghari masih memeram bayang wajah hamba
mengalirkan kenangan ke dalam sanubari
             berpusar menjadi lubuk-lubuk waktu
dan rindu yang terus berlagu
             serupa nyanyi peri-peri penunggu sungai
senantiasa memunculkan wajah jelita
                                    Tuan Putri Pinangmasak,
               junjungan hamba dalam segala cuaca

kini hamba kembali ke sini
namun bukan untuk berdagang pinang
       hamba hanya terjebak kenang
pada pelayaran sejauh alur Batanghari
        anggrek hutan, pakis, ilalang,
dan bunga-bunga tepi sungai
masih menyapa ramah pada hamba

hamba menemukan cahaya berkilau dari jiwamu
lebih sumringah dari pendaran lampu-lampu dermaga
dimana syahbandar menyulap perahu-perahu jadi niaga

setiba hamba nanti di tepi hari di kedalaman Jambi
sudi kiranya Tuan Putri menyambut hamba
                                                 dengan sirih-pinang
kita duduk beralas tikar pandan
                         bercengkerama di rumah panggung

hamba ingin kembali
mereguk nikmat kenangan
ketika kita mengayuh perahu dengan cemas
         dari Muaratembesi menuju dermaga Pinang
ketika dayung hampir patah
                                  dan cinta rekah
sejauh alur Batanghari
(2007)

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php