Langit Akhir

- untuk: nike ardilla -

hujan belum tuntas menderas
ketika kau menyeruak tiba
dari kerumunan taman silam
dari tilas-tilas getas usia belia

kau masih seperti dulu
        raut parasmu yang lugu
menyapaku dengan lagu pilu

nirwana macam apa
          kau peram dalam muram matamu
cinta apa bergetar pada alur alismu,
yang serupa bayang samar sepasang camar
                       mengembara di hari terakhir,
di langit akhir
          ketika kata dan cinta perlahan patah
                                 seperti ranting rapuh
menggantung pada pohon kehidupan

namun jalan duka masih berliku
                   menyusuri celah manis bibirmu
semanis gerimis yang membasahi permadani
           pada malam-malam penuh igau
                               dan mimpi yang tak pasti

Nike, serupa apa bahagia di tanah tua
                   tempat kau bermula dan kembali
pada sunyi diri yang sejati

keanggunan dan kemegahan hanya semu
seperti kilau embun permata
                       pada kelopak bunga seroja
tapi keindahan abadi telah kau temui
                                 pada nyanyi sedihmu
yang menggenangi telaga puisiku

Nike, nyalakan kembali api dalam jiwamu
             hingga bercahaya segala yang fana
hingga tiba aku pada rahasia nirwanamu…
(Karangasem, Bali, November 2007)

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php