sejauh alur Batanghari
senja tiba lebih dini
hamba terus berkayuh
menjauh dari dermaga Muaratembesi,
dari nalam masa silam
Batanghari masih memeram bayang wajah hamba
mengalirkan kenangan ke dalam sanubari
berpusar menjadi lubuk-lubuk waktu
dan rindu yang terus berlagu
serupa nyanyi peri-peri penunggu sungai
senantiasa memunculkan wajah jelita
Tuan Putri Pinangmasak,
junjungan hamba dalam segala cuaca
kini hamba kembali ke sini
namun bukan untuk [...]
(Umbu Landu Paranggi)
Oleh: Wayan Sunarta
Pertemuan pertama saya dengan Umbu adalah sebuah pertemuan yang sangat menjengkelkan sekaligus menggelikan, yang terus membekas dalam kenangan. Namun pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan anugerah tak ternilai yang ikut mempengaruhi perjalanan hidup saya, terutama ketika bergesekan dengan dunia puisi.
Pada sebuah petang yang cerah di bulan Agustus 1993, ketika saya masih kelas tiga sekolah [...]
impian usai di akhir
napak tilas yang bergegas
gagu meraba getir takdir
galau membaca jejak aksara di tapak tangan
ingatkah kau pada pasir yang mampir dan
terlunta di bening gelas anggurku?
perempuan tuntas membekas pada jiwa
usia dan tahun tiba sebelum senja
tinggal kenangan, selalu kenangan
rekah dan sumringah bagai geliat pandan
ingin membawa kita meretas
abadi dalam pasang surut musim
mimpi terpanjangku adalah keheningan
angan yang menyesatkan [...]