Cerpen: Wayan Sunarta
Jimi seekor anjing lucu, peliharaan keluargaku. Ia termasuk jenis anjing pendek berbulu lebat dengan tampang sangat menggemaskan. Setahun lalu, Ibu membelinya dari penjaja anjing yang sering lewat di depan rumah. Persis seperti memperlakukan anak kecil, Jimi dirawat sangat telaten oleh Ibu dan adik bungsuku. Anjing lucu itu biasa diberi makan teratur dalam sebuah […]
Cerpen: Wayan Sunarta
Bocah itu sangat suka menyaksikan purnama bertengger di pucuk-pucuk meru pura. Cahaya purnama telah memesona dan menyihir mata kanak-kanaknya. Sementara warga desa lainnya sibuk sembahyang, ia bersama kawan-kawan sebayanya bermain petak umpet di areal pelaba pura dekat pantai yang banyak ditumbuhi pohon kelapa. Ia paling senang menyembunyikan diri di balik pohon beringin satu-satunya […]
Oleh: Wayan Sunarta
Bagi saya, puisi merupakan suatu wilayah sunyi dan sublim di mana saya bisa belajar tentang banyak hal, terutama perihal kehidupan dan keindahan dalam maknanya yang tak terbatas. Mencipta puisi merupakan usaha menyusun pecahan-pecahan kaca menjadi cermin diri, dari mana saya kemudian mencoba mengenali kembali kepingan-kepingan jiwa dan kenangan yang hilang, juga arah perjalanan […]
- untuk: iyut fitra & jamila -
impian apa kiranya
yang mengelabui sukmamu
untuk pasrah menaiki bahtera
tanpa mualim tanpa nahkoda
fajar dan falak hanya sebatas mata
ihram yang kau idamkan
tertuju hanya kepada kekasih sejati
raut wajah yang pernah menghuni ihtilammu
akankah kembali tiba saat malam pengantin
ceritakan padaku seperti apa rasa khuldi
ihwal rindu kita sejak mula menggauli dosa
[…]
Puisi dan kehidupan adalah sebuah teks. Keduanya berkelindan dalam kepala setiap pembaca yang melahirkan beragam tafsir, sesuai dengan ketelitian dan kekuatan pembacaan. Tidak ada tafsir tunggal. Setiap pembaca sah menafsirkan teks, puisi atau kehidupan. Dan dengan penafsiran itu pula ia menjalani apa yang diyakininya.
Dari setiap penafsiran itu pula puisi menemui jalan hidupnya sendiri ketika ia […]
cerpen Wayan Sunarta
Berdebar-debar aku menantikan hari yang membahagiakan itu. Hari yang akan menyelamatkan martabat keluargaku dari cemooh dan sindiran orang-orang sedesa. Cemooh dan sindiran yang seringkali menyakitkan hati orang tuaku, meski belakangan mereka tidak menghiraukannya lagi. Atau lebih tepatnya menyimpannya diam-diam dalam lubuk hati paling dalam sebagai suatu nasib yang mesti dijalani.
Karena aku perempuan, […]