Terbang Malam Jakarta-Bali
kini segala kenangan mulai memuai
menjelma serpih-serpih cahaya,
sungai-sungai cahaya,
hamparan cahaya…
aku membuncah dalam udara malam
di kabin pesawat yang melesat
melongok ke bawah, di mana kau kini berada
apakah kau juga telah menjelma cahaya
dalam bayang-bayang kelam kota Jakarta
aku melaju
menjauh
dari apa yang kucinta
aku menuju
arah terbit matahari
karena aku pun rindu
menjadi cahaya
di binar matamu
yang menggetarkan
jiwa kembaraku
(2007)
* dimuat di Jurnal Nasional, 20 Januari 2008
Trackbacks
Leave a Reply