Buai Bui

- buat ole dan onya-

akhirnya kalian berjalan
                   memasuki bui
yang dibuai angin sepoi bulan mei
         wajah sumringah, jiwa pasrah
pada nafas cinta
yang menghembus dari lubuk hati
                  sejak bertahun-tahun lampau
ketika dermaga di utara pulau
membuka rahasia pertemuan asam gunung
                       dan asin laut
di jalan-jalan subak
                      dan pematang sawah
yang dibasuh embun dinihari

bui itu dibangun dari buai cinta
          sangkar keramat sang waktu
yang setiap orang ingin memasuki
       dan menghuninya dengan rela
maka pada jiwa embun
kita berbagi untuk cinta
               yang bagai kerlip kunang-kunang
agar cahaya tidak sepenuhnya musnah
        pada hamparan kelam kehidupan
 

(Desa Ababi, Karangasem, 2007)
 

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php