Gapura 32

memasuki gapura ke tiga puluh dua
        akan sampai dimana kau tiba
duka telah lama berlalu dari parasmu
        enyah serupa bayang-bayang pudar

selalu kau nyalakan unggunan api bagi jiwa pengembara
umpama purnama yang rekah di legam rambutmu
dingin pun menyingkir dari kerumunan halimun
         agar udara leluasa berbagi cahaya dengan jiwa,
nuansa nelangsa yang memabukkan pejalan
         iringi irama hari yang pergi sendiri

gairah akan punah di ambang ruh
           ungsikan letihmu ke arah cahaya
yang senantiasa menjadikanmu bintang sabitah,
        olahan jiwa yang kau ramu dengan keteguhan
tapa di hutan penuh bebayang, danyang dan kekunang

(Karangasem, Bali, Agustus 2006)
 

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php