Umanyar

aku mengikuti bayangmu
hingga menuju jalan berbatu itu
jalan masa lalu di bawah naungan gunung agung
aku tertegun:
    rindu kepadamu begitu menggebu

apakah di tikungan itu
kau senantiasa menunggu
                      kehadiranku?

batu-batu lahar di rumahmu
telah ditatah menjadi candi dan arca
suatu waktu aku pun rela
                 menjadi patung batu
karena dikutuk rindu menggebu
                          rindu kepadamu

kini aku mengikuti bayangmu
           ke mana pun pergi
sebab aku tidak mau lagi
           kehilangan jejakmu

(Ababi, Karangasem, 2007)
 

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php