Cenaku*

tilas-tilasku akan usai di rimba keramat ini
malam demi malam telah kurambah
         dan tibalah aku padamu
               wahai bomo tua bermata saga

mantra dari mula mantra
aksara bergantang aksara
tergurat di gulungan lontar lapuk
               yang kau semayamkan
pada bubungan rumah panggung
telah kau rafal seirama tafakur
         apalah aku kini
selain menyusuri titahmu

aku cenaku dikutuk menghuni malam
mengembara dari jiwa ke jiwa celaka,
gunjo-gunjo yang penasaran dengan takdir ilahi
                 hingga tetirah di hutan larangan ini,
                           rimba keramat orang sakai

upacara semah ladang dan menetau tanah
          digelar dengan nujum dan kata
tapi mengapa hutan-hutan jiwa
                            makin jadi hampa

ke mana lagi aku semai airmata
yang menetes dari jiwa-jiwa lara kerabatku
boma, jangan kau hanya rafal mantra
aku tak ‘kan terusir dengan jampi saktimu
          ruhku adalah ruhmu jua
akan menjelma pohon-pohon
yang meniupkan jiwa bagi belantara bara

kojur telah menikam lambungku
lalu apa pula yang ingin kau ramu
                       dari serpih dagingku
        kelak bila tiba kubu labu
dan para nangau kembali mengasah kojur
aku pun akan sampai pada jampi-jampimu
dan kerajaan mambang memberkatiku
              dengan darah dan airmata bomo
yang mengaliri sungai-sungai orang sakai

                                                
Oktober 2007
* Cenaku = harimau siluman

(dimuat di Koran Tempo, 13 Januari 2008)

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php