Oleh: Yudhis M Burhanuddin
Judul : Malam Cinta
Penulis : Wayan Sunarta
Penerbit : Bukupop
Cetakan : Desember 2007
Tebal : v-xii 104 halaman
DELAPAN puluh lima puisi dalam karya ini bernafaskan cinta. Tetapi dalam Pura Jati, Batur, Pura Sakenan, dan Puisi XXII, cinta itu bernafaskan spritualitas: cinta fisik mampu disublimasi menjadi cinta mistik-vertikal. Karya sastra “menggantikan” agama-lahiriah ketika ia menjadi […]
Oleh: Hasan Aspahani
Judul : Impian Usai
Pengarang : Wayan Sunarta
Penerbit : Kubu Sastra, Denpasar
Cetakan I : Agustus 2007
Tebal : 131 halaman
INILAH buku penting seorang penyair dari Bali bernama Wayan Sunarta. Buku ini berisi 99 sajak dari rentang kepenyairannya selama lima belas tahun. Wayan membagi lima belas tahun itu dalam tiga penggal. Penggal pertama dari […]
Oleh: Yudhis M Burhanuddin
Judul : Impian Usai
Penulis : Wayan Sunarta
Penerbit : Kubu Sastra, Denpasar
Cetakan I : Agustus 2007
Tebal : ii + 131 halaman
BEGITU LUAS dan dalamnya lautan puisi sehingga alam dasar-bawahnya pun beribu panorama. Maka, mengarungi dan menyelami lautan puisi bagaikan menyaksikan keindahan dasar-bawah yang, setiap kali mata berkedip secara refleks, setiap kali itu pula, […]
Oleh: Warih Wisatsana
Belakangan ini, setiap kali membaca karya fiksi terutama cerita pendek, saya kerap tergoda untuk menelisik lebih jauh bagaimana tokoh-tokoh rekaan itu dilahirkan dan sekaligus dihadirkan oleh para pengarangnya. Seringkali, mungkin seperti pembaca lainnya, saya dibuat tercengang, bukan oleh jalan ceritanya yang menakjubkan, melainkan karena tokoh-tokoh itu dituturkan bertingkah-polah aneh dan ganjil. Peristiwa-peristiwa yang […]
oleh: Nuryana Asmaudi
Judul : Cakra Punarbhawa
Pengarang : Wayan Sunarta
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2005
Tebal : ix + 146 halaman
“Kau beri aku kembara tanpa dengan kekal. Aku ulang alik, berpindah dari satu tubuh ke lain tubuh. Seperti burung-burung yang diusir musim dingin. Pintu rahim siapa mesti kuketuk lagi, demi ruh yang tak henti mengembara. Aku […]
oleh: Sigit Susanto
Membaca bagiku adalah kegiatan yang melelahkan. Tapi bila bacaan itu
menarik, bisa bikin dahi mengkerut atau merenung serius, tertawa, dan
setidaknya bisa menghibur hati. Tentu saja bacaan itu akan cepat tuntas.
Kalau kita hanya sekadar membaca karya, aku kira tak begitu sulit. Yang
lebih sulit, kalau kita juga punya inisiatif untuk memberikan catatan kecil
atau sejenis apresiasi atau […]
Oleh: Yudhis Muh. Burhanudin
ANATOMI antologi cerpen Cakra Punarbhawa secara keseluruhan bisa dibagi ke dalam tiga pembagian teks dan konteks. Yang pertama adalah teks-konteks yang merujuk pada sifat-sifat manusia yang simbolis dan keyakinan yang bersifat filosofis, terutama filsafat Hindu (Bali). Yang kedua adalah teks-konteks yang membincangkan soal sosio-budaya Bali (Hindu-Bali), sesekali berkaitan dengan yang pertama tadi. […]
Oleh: I Nyoman Darma Putra
Cerpen-cerpen dalam antologi Cakra Punarbhawa (2005) karya Wayan Sunarta berada di antara puisi dan novel. Karakter di antara kedua genre ini menguntungkan sekaligus merugikan. Inilah salah satu kesan saya setelah membaca ke-14 cerpen dalam antologi Cakra Punarbhawa. Kesan lain, gaya cerpen tampak beragam yang mengindikasikan bahwa pengarangnya masih dalam proses mencari […]
Oleh Arif Bagus Prasetyo
We have gained a crucial insight: history consists of a swarm of narratives, narratives that are passed on, made up, listened to and acted out; the people does not exist as a subject; it is a mass of thousands of little stories that are at once futile and serious, that are sometimes […]
Oleh: Gde Phalayasa Sukmakarsa (GPS)
Judul Buku : Pada Lingkar Putingmu
Penulis : Wayan Sunarta
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Cetakan I : Juli 2005
Tebal : vi + 53 halaman
Puisi-puisi yang terdapat di dalam buku kumpulan puisi Pada Lingkar Putingmu memperlihatkan pada kita mengapa Wayan Sunarta dipandang sebagai salah satu figur utama di antara penyair-penyair Bali lainnya. Baris-baris yang mengalir jernih […]