Puisi untuk WL

walau cuaca galau dan
           angin memeram benih malam
namun kau masih setia berjalan
          dari waktu ke waktu pertemuan
antara kenangan dan kerinduan

lebih puisi hari-harimu kini
endapan semerbak wangi rambutmu
           o, kilau cahaya yang ragu
pada batas kelam kelopak mata
           ombak merayap mencapai mulus betismu
letih telah paripurna di tepian senja
     dan camar yang mengembara sendiri
                  akan kembali pulang ke sarang jiwamu

Karangasem, Bali, 27 Mei 2008

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php