Tiga Puluh Tiga Dupa Menyala

usia bercahaya dari lembah subuh
mengulum kenang demi kenang
dan kini aku kembali lahir
dari abuku sendiri

musim mulai birahi
ranjang penuh gelinjang
dan aroma tubuhmu

kau yang tiba
membawa dadumu sendiri

ini bukan perjamuan terakhir
tiga puluh tiga dupa menyala
dari lubuk kalbuku
wanginya memabukkan malam

sepi dan birahi mengalir lincah
seperti anggur dalam darah

tiada dangau nyaman
mampu membuatku berhenti
sekadar istirah
meneliti tilas-tilas waktu
di kening dan tapak tanganku

aku hanya rindu berjalan
suatu waktu
akan tiba pada hamparan jiwamu

saat itulah kukisahkan
segala yang pernah tetirah
di dalam kenangan

(Karangasem, Bali, 22 Juni 2008)

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php