Lelaki Berkalung Tulang Duyung

lelaki berkalung tulang duyung itu
datang padamu membawa remah-remah mimpinya
malam berjubah biru menyeret lelah langkahnya
tiba di ambang pintumu
kau menerimanya sebagai kekasih
entah yang ke berapa
lelaki berkalung tulang duyung
mencium keningmu
merenungi harum rambutmu
lalu kau berkata:
“aku terlahir sebagai titisan peri sungai musi
di kota kembang aku meradang
tak satu pun lelaki mau mengakuiku
mereka hanya ingin menggauliku
menyerap panas tubuh
dan mencecap asin keringatku”
lelaki […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 29th, 2008

Happy Scan: Bermain-main dengan Scanner

Pameran Angki Purbandono
Oleh: Wayan Sunarta*
Scanner merupakan sebuah alat pemindai yang kini banyak digunakan orang yang terbiasa dengan kecanggihan teknologi. Popularitas scanner hampir menyamai kamera digital atau kamera ponsel. Secara umum scanner biasa dipakai untuk men-scan foto, gambar, teks, atau dokumen penting. Fungsi dan cara kerja scanner hampir mirip dengan mesin fotokopi yang lebih dulu dikenal. […]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on July 14th, 2008

Malam yang Kau Gandrungi

inikah malam yang kugandrungi
malam yang hanya menyisakan jejak hujan
tanpa bunga melati bagi pemakamanku
orang-orang dungu itu
masih saja menunggu di tikungan
mereka berdoa untuk kelepak kelelawar
berharap bahunya ditumbuhi sepasang sayap
agar mampu menjelajahi malam-malam laknat
yang aku ciptakan
tapi hujan masih bersijingkat di halaman
aku tak akan paham
rahasia yang dititipkan langit dalam jiwaku
terlalu banyak yang akan kita bawa
ke dalam liang kubur
sebab malam […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 4th, 2008

Padangbai Pagi Hari

perahu kembali tiba
dari jenuh pelayaran
anak-anak ombak
mengeja riak di tepian
dan terbaca lagi air matamu
yang bagai kilau mutiara
dalam kandungan cangkang kerang
bertahun-tahun lampau
ufuk pagi menyala dari matamu
di mana tertambat segala lara
dan rindu akan kepulangan
kabut masih merambat di tiang-tiang layar
dan ikan layur masih pula setia
menyusuri alurnya sendiri
melulur perjalanan dan kenangan tiada bertepi
perahu kembali berangkat
tergesa dalam pelayaran
tanpa sempat pamit
pada air […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 2nd, 2008
Page 1 of 11