Tulamben

-untuk: riki dhamparan putra-
kini  aku mengerti, saudaraku
mengapa begitu damai di sini
barisan pohon lontar itu
hening merenungi cahya senja
pasrah menerima segala titah
penghabisan
di antara batu-batu lahar itu
aku lihat bayangmu membisu
seperti karang kering yang gagu
tak ada kaktus yang mampu menepis
sisa usia di setapak jalan
menuju ladang-ladang garam
ilalang telah melepas kembang
putih kemilau
serupa wajah jelita cinta
entah kemana angin membawanya
kini aku mengerti, saudaraku
mengapa […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on September 26th, 2008

Kumpulan Puisi IMPIAN USAI

SYAIR MAWAR
menembang bayang-bayang
        senja telanjang
di pembaringan ilalang
menguak dinding masa silam
seakan melahirkan beribu lakon
        yang belum tuntas dipentaskan
merabas belukar rimbun
menemukan sekeping bulan
tergantung di dahan palem
        aku terlalu dungu memahami
warna mawar di antara deduri
begitulah segalanya kulafaskan
satu di antara beribu warna pelangi
                    yang hampir memudar
dan senja melahirkan beribu wajah
                  pada bulan-bulan merah
(1992)
 
KASIH ILAHI
sepi merambah malam
bulan mengelupas
samaran kalam
bunga-bunga gugur
serangga […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on September 9th, 2008

Kumpulan Puisi MALAM CINTA

DENPASAR
toko toko tua anyaman pengembara
jalan gajah mada menggeliat
di lekuk lekuk tubuh
betinaku yang gairah
menyusuri embun dinihari
kita nikmati malam percintaan
dalam adonan kasih soto babat
yang melabuhkan resah lapar penyair
di bawah jembatan cinta
terbayang wajah kota yang renta
melulur tubuh kenangan betinaku
 
SEPEDA TUA
sepeda tua di sudut kelam
berapa kali musim rindu
mendera rentamu
pada putaran jeruji waktu
kaki mungil mengayuh angin
harapan menjadi kenangan
pada senja yang […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on September 7th, 2008

Sekilas Sajak: SUARA DAN PINTU WAYAN SUNARTA

oleh: Hudan Hidayat*

“Bagi saya, puisi merupakan suatu wilayah sublim, dari mana saya bisa belajar banyak hal, terutama kehidupan dan keindahan dalam maknanya yang tak terbatas. Mencipta puisi merupakan usaha menyusun mosaik kaca menjadi cermin, dari mana saya mencoba mengenali kembali kepingan-kepingan jiwa dan kenangan yang hilang, juga jejak-jejak perjalanan hidup yang tidak akan pernah saya […]

No Comments »Filed under: Resensi/Ulasan BukuPosted on September 5th, 2008

Pameran Ronald Wigman

Perjalanan, Ziarah Jiwa dan Raga
Oleh: Wayan Sunarta

Sebuah perjalanan selalu menimbulkan kesan tersendiri. Sebab ada banyak hal yang bisa dinikmati dari perjalanan. Keindahan sebuah kota atau desa, keunikan perilaku manusia atau adat istiadatnya, makanan yang lezat dan aneh, pengalaman bertemu orang-orang baru, keasingan di suatu daerah yang belum pernah dijamah, sampai pada kerinduan akan kampung halaman […]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on September 5th, 2008
Page 1 of 11