Singa Tua
-obituari Penyair Ketut Suwidja-
singa tua yang sendiri itu
telah lesap ke dalam asap
dupa dan kemenyan
tiada lagi penguasa halimun
di hutan larangan
semua suara jadi senyap
bunga-bunga kopi luruh
di tengah gerimis amis
darah beku dalam tubuh
pucuk-pucuk cengkeh
perlahan kelam
angin hanya sisa
di sela-sela dedaunnya
yang hitam yang pekat
singa berbulu kelabu itu
adalah turunan singa bersayap api
ketika muda suka mengembara
ke lembah dan ngarai
menyusuri tepi laut dan sungai
menggapai puncak-puncak bukit keramat
dan gunung-gunung asing
kerumunan aksara
di bilah-bilah lontar tua
makin memudar warnanya
dulu aksara-aksara itu
tergurat indah di lubuk jiwa
terdalam singa tua
yang berteman mambang dan memedi
yang mengaum sendiri di hutan larangan
hanya untuk merasakan angin
lebih dekat di dalam jiwanya
di dangau di tengah kabut
sekelebat rindu dari langit
telah singgah
menjenguk singa tua
yang merana
yang menggigil
yang sekarat
jemari maut menyemai
wangi kamboja
di kening singa tua
maut hanya mampir sebentar
namun menggetarkan senja
di penghabisan januari
yang basah yang resah
yang dingin airmata
(akhir Januari 2009)
Trackbacks
Leave a Reply