Tanah Tua

di tanah tua aku tiba
membawa bunga ilahi
dari jiwa yang senja
 
ayunan cahaya melampaui remang
bayang gerhana matamu-mataku
kilau kelabu dari luka masa lalu
 
di tanah tua
kita saling menduga
hidup yang fana
 
cuma ada sekerat kenangan
di celah hangat tubuhmu
namun jiwa telah paham
apa yang tak dirasa angin
 
di tanah tua
usai semua usia
pun cahaya
lupa cahaya
 
 
(Juli 2009)

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 30th, 2009

Peri Kecilku

 
 
tak mampu kutatap parasmu, peri kecilku
hanya bayangmu melintasi lengang petang
ke mana kau akan terbang?
sayapmu masih terlalu rapuh
untuk sekedar tetirah
 
suara serangga telah merangkum malam
kabut pun luput dari jemari tanganmu
tak usai menebar getir, menyemai airmata
 
takdirmu hanya sampai di situ
apa yang mampu kubantu
untuk sekedar mengantarmu sampai di pintu
tanganku tak kuasa merengkuhmu
 
peri kecilku, matahari di bumi
mungkin bukan [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 7th, 2009

Pintu ke-34

 
burung hantu di dahan waru
memanggilku dengan lagu pilu
jengkrik mengerik di rekah tanah
nyanyi serangga hening
di kuncup-kuncup bunga malam
merasuki jiwa galau
menerka dan menakar waktu
 
sendiri meresapi sepi
bermuka-muka dengan diri
tiada yang pasti
pada riak-riak telaga hari
 
hanya resah membuncah
mendedah kalbu
yang hampir hangus
oleh kenangan
 
mungkin di pintu terakhir
aku menunggu
kubacakan untukmu
kisah-kisah malam
sekelam igau
burung-burung hantu
 
 
(Karangasem, 22 Juni 2009)

No Comments »Filed under: TilasPosted on July 3rd, 2009
Page 1 of 11