Pintu ke-34
burung hantu di dahan waru
memanggilku dengan lagu pilu
jengkrik mengerik di rekah tanah
nyanyi serangga hening
di kuncup-kuncup bunga malam
merasuki jiwa galau
menerka dan menakar waktu
sendiri meresapi sepi
bermuka-muka dengan diri
tiada yang pasti
pada riak-riak telaga hari
hanya resah membuncah
mendedah kalbu
yang hampir hangus
oleh kenangan
mungkin di pintu terakhir
aku menunggu
kubacakan untukmu
kisah-kisah malam
sekelam igau
burung-burung hantu
(Karangasem, 22 Juni 2009)
Trackbacks
Leave a Reply