Pekarangan Tubuhku: Seserpih Kisah Untukmu
jika kau jelajahi pekarangan tubuhku
‘kan kau temukan sekuntum mawar
dengan warna merah hampir luruh
dimakan waktu yang tak mau tahu
mawar itu
tumbuh di dada kiriku
aliran darah dari jantung
menghangatinya
saat musim dingin
menjalar dari ujung pulau
di tengah bulan juni
suatu waktu perawan belia
ingin memetik mawar itu
“bagus untuk dipajang di meja belajarku,” ujarnya
telah kuberikan jiwaku
melebihi sekuntum mawar
tapi dia terpukau belukar liar
yang membelit dan [...]