Keindahan dan Kekelaman
oleh: Wayan Sunarta
Judul Pameran : Spirit Behind The Colours 2
Seniman : Amalia Amini
Kurator : -
Tempat : Art by Woman Gallery, Ubud, Bali
Waktu : 9 September – 9 Oktober 2009
Karya-karya Amalia Amini merupakan perpaduan keindahan dan kekelaman. Karya-karyanya cenderung tercipta dari dorongan bawah sadar dan perenungan terhadap hakikat kehidupan. Benda-benda saling bersusunan membentuk simbol dan metafora. Kadang seperti alam mimpi, kelindan masa silam, berpadu dengan gerak-gerak warna penuh misteri.
Hal itu, misalnya, bisa dilihat pada lukisan “Thorn 3” dan “Thorn 4”. Pilar-pilar berbentuk taring menyembul dari gelombang-gelombang warna yang menyerupai kain lembut. Permainan warna berlapis-lapis memberi kesan kesuraman pada lukisannya. Sapuan-sapuan warna itu tercipta dari gerak alam bawah sadar, cerminan relung jiwa paling murung yang mencecap pahit getir kehidupan. Gerakan dan sapuan warna membentuk simbol-simbol absurd.
Pada lukisan “Look At Into My Heart”, gelombang warna menyusun diri menyerupai gulungan kain berlipat-lipat. Di antara gelombang warna biru dan coklat menyembul bentangan warna putih. Pada lukisan ini, seakan setiap lipatan gelombang warna menyimpan berbagai cerita kesedihan.
Lukisan “Full Moon” merupakan contoh bagaimana gambaran surealistik berkaitan erat dengan kesuraman pengalaman pribadi pelukisnya. Sosok tubuh perempuan tak berdaya di antara lipatan selimut. Tepat di atas, bulan purnama yang ditampilkan separuh menyinari sosok tubuh itu dengan cahaya keemasan. Bulan itu mirip pisau gilotin yang hendak membedah tubuh tak berdaya itu. Lukisan ini memadukan kesan keindahan dan kengerian sekaligus.
Amalia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 9 April 1958. Pernah belajar seni lukis di STSRI ASRI Yogyakarta. Dia pernah mengekplorasi ikon-ikon etnik Dayak pada permulaan karir melukisnya. Tahun 2008 dia berpameran tunggal di Seniwati Gallery, Ubud, dengan tajuk Spirit Behind The Colours. Interaksinya dengan seni-budaya Bali berpengaruh pada karya-karya terkininya yang cenderung ilusif dan surealis.
Trackbacks
Leave a Reply