Teks: Wayan Sunarta, Foto: Wayan Sunarta dan Panitia
Langit di Batuan dan Ubud kadang mendung, kadang terang. Udara gerah. Sesekali gerimis bertaburan menyapa bumi. Udara berubah lembab dan dingin. Cuaca memang tak menentu akhir-akhir ini. Namun kegalauan cuaca tak menyurutkan semangat para peserta “Bali Spirit Festival 2010” untuk mengikuti berbagai kegiatan yang digelar.
Peserta yang berdatangan dari [...]
Oleh : Wayan Sunarta
Seorang lelaki paruh baya dengan senter kecil di tangan nampak asyik mengamati sebutir batu permata mirah Birma (ruby from Burmese). Batu permata berwarna merah menyala dengan kilau sinar bintang (star) berjari enam yang tajam itu begitu memukaunya.
“Ini mirah yang cukup langka. Kristalnya bening dan ber-star,” ujar Handri dengan nada sedikit promosi.
Lelaki paruh [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Siang itu, warga Muslim di Kecicang, Karangasem, berkerumun dan berdesak-desakan di sebuah lapangan kecil tak jauh dari masjid. Laki-perempuan, tua-muda, anak-anak kecil, semua menampakkan wajah sumringah. Mereka disuguhkan pementasan rudat. Mahdan, warga Kecicang, khusus mengundang kelompok kesenian rudat untuk memeriahkan pesta perkawinannya.
“Kelompok rudat itu dari kampung Kecicang,” ujar Mahdan, yang pernah menjadi anggota [...]
Foto dan Teks Wayan Sunarta
Senja belum sempurna paripurna. Temaram cahayanya menelusupi celah-celah rimbun dedaunan. Mangku Jenggo asyik menatah sebongkah batu cadas hitam. Tangannya bergerak lincah memahat dan menakik cadas mengikuti alur dan lekuk-likunya. Perlahan namun pasti, cadas yang keras menjelma patung aneh dan unik.
Begitulah Mangku Jenggo. Seniman desa yang sangat bersahaja. Perawakannya tinggi kurus. Wajah [...]
Oleh: Wayan Sunarta
(sebuah pura di Kedampal)
Ketika malam mulai merambati perbukitan beberapa anak nampak duduk di amben rumahnya. Mata mereka menerawang menembusi kegelapan malam di lembah Kedampal, tertuju kepada kerumunan cahaya jauh di bawah lembah yang berbatasan dengan lautan.
“Bintang-bintangnya makin banyak ya!” seru seorang anak yang nampak begitu terpesona dengan kerumunan cahaya yang berasal dari [...]
Oleh : Wayan Sunarta
Ni Nyoman Noti (50) dengan sabar meniup bara di dalam tungku, perapian dari tanah liat, untuk menjaga api agar tetap menyala. Lebih dari tiga jam dia menjerang atau merebus tuak dalam belek, kaleng bekas tempat minyak goreng, yang tampak hitam dan kusam terbungkus jelaga. Di depan, tidak jauh dari belek, tampak jerigen [...]
Oleh Wayan Sunarta
Bakat seninya telah muncul sejak dia masih kanak-kanak. Karena tidak mampu melanjutkan sekolah, dia menghabiskan waktunya bermain di pantai dan belajar menggambar di atas pasir. Dia suka menggambar kartun figur-figur manusia jelata. Seringkali seekor anjing liar menemaninya menggambar di pantai.
“Setiap saya menggambar di pantai anjing itu selalu muncul entah dari mana. Lama [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Umat Hindu mengenal Hari Raya Nyepi yang digelar satu tahun sekali. Berdasarkan kalender Bali, Nyepi jatuh pada Tilem (bulan mati) Kasanga, sekitar bulan Maret. Nyepi ini berkaitan dengan pergantian Tahun Baru Caka dan telah menjadi hari libur nasional. Saat Nyepi, Bali menjadi sepi dan hening. Tempat-tempat umum ditutup sementara, seperti terminal, bandara, pasar, [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Setelah usai upacara adat, beberapa kelompok orang duduk bersila dan membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terhidang gundukan nasi beserta lauk pauk di atas nampan. Mereka makan sesuap demi sesuap dengan tertib. Acara makan diselingi obrolan-obrolan ringan. Inilah budaya makan ala Karangasem, Bali, yang disebut megibung.
Tradisi megibung dimulai dari tahun 1614 Caka (atau 1692 [...]
Oleh: Wayan Sunarta
(dua orang tua sedang menikmati senja bersama tuak di warung tuak pinggir jalan di Karangasem)
Pada sebuah sore yang indah, di sebuah warung tuak di Karangasem, sekelompok orang tua duduk melingkar beralaskan tikar. Di tengah-tengah lingkaran terhidang lima botol tuak, sate babi, lawar dan camilan lainnya. Sambil meneguk tuak, mereka tampak asyik bercengkerama tentang [...]