Kerinduan Spiritual Generasi Bunga

Teks: Wayan Sunarta, Foto: Wayan Sunarta dan Panitia
Langit di Batuan dan Ubud kadang mendung, kadang terang. Udara gerah. Sesekali gerimis bertaburan menyapa bumi. Udara berubah lembab dan dingin. Cuaca memang tak menentu akhir-akhir ini. Namun kegalauan cuaca tak menyurutkan semangat para peserta “Bali Spirit Festival 2010” untuk mengikuti berbagai kegiatan yang digelar.
Peserta yang berdatangan dari [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on May 7th, 2010

Kilau Permata di Pasar Burung

Oleh : Wayan Sunarta
Seorang lelaki paruh baya dengan senter kecil di tangan nampak asyik mengamati sebutir batu permata mirah Birma (ruby from Burmese). Batu permata berwarna merah menyala dengan kilau sinar bintang (star) berjari enam yang tajam itu begitu memukaunya.
“Ini mirah yang cukup langka. Kristalnya bening dan ber-star,” ujar Handri dengan nada sedikit promosi.
Lelaki paruh [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on April 14th, 2010

Rudat, Kesenian Islam yang Mengesankan

 
Oleh: Wayan Sunarta
 
 
Siang itu, warga Muslim di Kecicang, Karangasem, berkerumun dan berdesak-desakan di sebuah lapangan kecil tak jauh dari masjid. Laki-perempuan, tua-muda, anak-anak kecil, semua menampakkan wajah sumringah. Mereka disuguhkan pementasan rudat. Mahdan, warga Kecicang, khusus mengundang kelompok kesenian rudat untuk memeriahkan pesta perkawinannya.
“Kelompok rudat itu dari kampung Kecicang,” ujar Mahdan, yang pernah menjadi anggota [...]

1 Comment »Filed under: FeaturePosted on November 11th, 2009

Mangku Jenggo, Pematung dari Umanyar, Karangasem

Foto dan Teks Wayan Sunarta
 
Senja belum sempurna paripurna. Temaram cahayanya menelusupi celah-celah rimbun dedaunan. Mangku Jenggo asyik menatah sebongkah batu cadas hitam. Tangannya bergerak lincah memahat dan menakik cadas mengikuti alur dan lekuk-likunya. Perlahan namun pasti, cadas yang keras menjelma patung aneh dan unik.
 
Begitulah Mangku Jenggo. Seniman desa yang sangat bersahaja. Perawakannya tinggi kurus. Wajah [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on September 14th, 2009

Kedampal Belum Terjamah Listrik

Oleh: Wayan Sunarta
 
 
 (sebuah pura di Kedampal)

Ketika malam mulai merambati perbukitan beberapa anak nampak duduk di amben rumahnya. Mata mereka menerawang menembusi kegelapan malam di lembah Kedampal, tertuju kepada kerumunan cahaya jauh di bawah lembah yang berbatasan dengan lautan.
“Bintang-bintangnya makin banyak ya!” seru seorang anak yang nampak begitu terpesona dengan kerumunan cahaya yang berasal dari [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on June 19th, 2009

Di Bawah Lindungan Ida Bhatara Arak Api

Oleh : Wayan Sunarta
 

 
Ni Nyoman Noti (50) dengan sabar meniup bara di dalam tungku, perapian dari tanah liat, untuk menjaga api agar tetap menyala. Lebih dari tiga jam dia menjerang atau merebus tuak dalam belek, kaleng bekas tempat minyak goreng, yang tampak hitam dan kusam terbungkus jelaga. Di depan, tidak jauh dari belek, tampak jerigen [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on May 28th, 2009

Sadha dan Sompret

 
 
Oleh Wayan Sunarta
 
 
 
 
 
Bakat seninya telah muncul sejak dia masih kanak-kanak. Karena tidak mampu melanjutkan sekolah, dia menghabiskan waktunya bermain di pantai dan belajar menggambar di atas pasir. Dia suka menggambar kartun figur-figur manusia jelata. Seringkali seekor anjing liar menemaninya menggambar di pantai.
 
“Setiap saya menggambar di pantai anjing itu selalu muncul entah dari mana. Lama [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on May 13th, 2009

Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Ababi, Karangasem

Oleh: Wayan Sunarta

 
 

 
 
Umat Hindu mengenal Hari Raya Nyepi yang digelar satu tahun sekali. Berdasarkan kalender Bali, Nyepi jatuh pada Tilem (bulan mati) Kasanga, sekitar bulan Maret. Nyepi ini berkaitan dengan pergantian Tahun Baru Caka dan telah menjadi hari libur nasional. Saat Nyepi, Bali menjadi sepi dan hening. Tempat-tempat umum ditutup sementara, seperti terminal, bandara, pasar, [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on March 31st, 2009

Megibung, Tradisi Makan Bersama Penuh Aturan Ketat

Oleh: Wayan Sunarta
 
 
Setelah usai upacara adat, beberapa kelompok orang duduk bersila dan membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terhidang gundukan nasi beserta lauk pauk di atas nampan. Mereka makan sesuap demi sesuap dengan tertib. Acara makan diselingi obrolan-obrolan ringan. Inilah budaya makan ala Karangasem, Bali, yang disebut megibung.
Tradisi megibung dimulai dari tahun 1614 Caka (atau 1692 [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on January 22nd, 2009

Tradisi Metuakan di Karangasem, Bali

Oleh: Wayan Sunarta

 (dua orang tua sedang menikmati senja bersama tuak di warung tuak pinggir jalan di Karangasem)
Pada sebuah sore yang indah, di sebuah warung tuak di Karangasem, sekelompok orang tua duduk melingkar beralaskan tikar. Di tengah-tengah lingkaran terhidang lima botol tuak, sate babi, lawar dan camilan lainnya. Sambil meneguk tuak, mereka tampak asyik bercengkerama tentang [...]

No Comments »Filed under: FeaturePosted on December 16th, 2008
Page 1 of 212