Magelang

- untuk pelukis deddy paw-
bau tembakau di akhir agustus
merambah kotamu
serupa aroma pagi yang jernih
udara bagai hembusan nafas bayi
di warung nasi senerek bu atmo
jamuanmu mewarnai sedulur
lembah tidar, pakuning tanah jawi
dalam gelinjang wayang lukisan kaca ardhi gunawan
aku menemukan pijakan pengembaraan masa silam
malam-malam nyanyian serangga, lampu sentir, kelir kain kasa,
kresna dari daun jepun dan arjuna dari daun nangka
timbul […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on November 11th, 2008

Gasing

dindaku, putri cermin cina,
cinta kita hanya fana
                hanya sekelumit tatap mata
ketika aku tiba di negerimu
ketika ayahandamu, sutan mambang matahari, merestui kita
ketika tuan muda selat ingin mengujiku
                 dalam permainan gasing kegemaran kami
aku tahu cinta kita akan sampai
dinda, abadi cinta kita
seperti putaran gasing
yang bukan petaka, melainkan tanda
ketika gasing itu membentur keningmu
maka keabadian perlahan terbuka
                  dan tergurat di […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on October 14th, 2008

Tulamben

-untuk: riki dhamparan putra-
kini  aku mengerti, saudaraku
mengapa begitu damai di sini
barisan pohon lontar itu
hening merenungi cahya senja
pasrah menerima segala titah
penghabisan
di antara batu-batu lahar itu
aku lihat bayangmu membisu
seperti karang kering yang gagu
tak ada kaktus yang mampu menepis
sisa usia di setapak jalan
menuju ladang-ladang garam
ilalang telah melepas kembang
putih kemilau
serupa wajah jelita cinta
entah kemana angin membawanya
kini aku mengerti, saudaraku
mengapa […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on September 26th, 2008

Kumpulan Puisi IMPIAN USAI

SYAIR MAWAR
menembang bayang-bayang
        senja telanjang
di pembaringan ilalang
menguak dinding masa silam
seakan melahirkan beribu lakon
        yang belum tuntas dipentaskan
merabas belukar rimbun
menemukan sekeping bulan
tergantung di dahan palem
        aku terlalu dungu memahami
warna mawar di antara deduri
begitulah segalanya kulafaskan
satu di antara beribu warna pelangi
                    yang hampir memudar
dan senja melahirkan beribu wajah
                  pada bulan-bulan merah
(1992)
 
KASIH ILAHI
sepi merambah malam
bulan mengelupas
samaran kalam
bunga-bunga gugur
serangga […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on September 9th, 2008

Kumpulan Puisi MALAM CINTA

DENPASAR
toko toko tua anyaman pengembara
jalan gajah mada menggeliat
di lekuk lekuk tubuh
betinaku yang gairah
menyusuri embun dinihari
kita nikmati malam percintaan
dalam adonan kasih soto babat
yang melabuhkan resah lapar penyair
di bawah jembatan cinta
terbayang wajah kota yang renta
melulur tubuh kenangan betinaku
 
SEPEDA TUA
sepeda tua di sudut kelam
berapa kali musim rindu
mendera rentamu
pada putaran jeruji waktu
kaki mungil mengayuh angin
harapan menjadi kenangan
pada senja yang […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on September 7th, 2008

Lelaki Berkalung Tulang Duyung

lelaki berkalung tulang duyung itu
datang padamu membawa remah-remah mimpinya
malam berjubah biru menyeret lelah langkahnya
tiba di ambang pintumu
kau menerimanya sebagai kekasih
entah yang ke berapa
lelaki berkalung tulang duyung
mencium keningmu
merenungi harum rambutmu
lalu kau berkata:
“aku terlahir sebagai titisan peri sungai musi
di kota kembang aku meradang
tak satu pun lelaki mau mengakuiku
mereka hanya ingin menggauliku
menyerap panas tubuh
dan mencecap asin keringatku”
lelaki […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 29th, 2008

Malam yang Kau Gandrungi

inikah malam yang kugandrungi
malam yang hanya menyisakan jejak hujan
tanpa bunga melati bagi pemakamanku
orang-orang dungu itu
masih saja menunggu di tikungan
mereka berdoa untuk kelepak kelelawar
berharap bahunya ditumbuhi sepasang sayap
agar mampu menjelajahi malam-malam laknat
yang aku ciptakan
tapi hujan masih bersijingkat di halaman
aku tak akan paham
rahasia yang dititipkan langit dalam jiwaku
terlalu banyak yang akan kita bawa
ke dalam liang kubur
sebab malam […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 4th, 2008

Padangbai Pagi Hari

perahu kembali tiba
dari jenuh pelayaran
anak-anak ombak
mengeja riak di tepian
dan terbaca lagi air matamu
yang bagai kilau mutiara
dalam kandungan cangkang kerang
bertahun-tahun lampau
ufuk pagi menyala dari matamu
di mana tertambat segala lara
dan rindu akan kepulangan
kabut masih merambat di tiang-tiang layar
dan ikan layur masih pula setia
menyusuri alurnya sendiri
melulur perjalanan dan kenangan tiada bertepi
perahu kembali berangkat
tergesa dalam pelayaran
tanpa sempat pamit
pada air […]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on July 2nd, 2008

Tiga Puluh Tiga Dupa Menyala

usia bercahaya dari lembah subuh
mengulum kenang demi kenang
dan kini aku kembali lahir
dari abuku sendiri
musim mulai birahi
ranjang penuh gelinjang
dan aroma tubuhmu
kau yang tiba
membawa dadumu sendiri
ini bukan perjamuan terakhir
tiga puluh tiga dupa menyala
[…]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on June 23rd, 2008

Dadu

seandainya waktu kembali
              menuntun kita
 pada putaran dadu
       maka aku ingin lagi
                 mengenang jelitamu
 dalam segala prasangka cuaca
(2008)

No Comments »Filed under: PuisiPosted on June 13th, 2008
Page 1 of 41234»