Tilas-tilas Kecil

/1/
fajar gemetar di ufuk dini
mengantar pilu lengking tangis
   mantra pertama yang digumamkan
rasa tak rela berpisah dengan ari-ari,
                       saudara setia di gua garba
      tahi lalat di pangkal paha kiri
oleh-oleh dari negeri seberang,
                dari bapa tua penunggu waktu
      sebagai bekal kali pertama 
                mengakrabi kilau matahari
merasakan hangatnya
                    sehangat dada ibuku
/2/
tanganku menggapai-gapai udara
sendiri di kasur tua
            ibu, di mana [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on January 11th, 2008

angan dan angin memberkatimu

- untuk: iyut fitra & jamila -
impian apa kiranya
        yang mengelabui sukmamu
untuk pasrah menaiki bahtera
        tanpa mualim tanpa nahkoda
fajar dan falak hanya sebatas mata
         ihram yang kau idamkan
                   tertuju hanya kepada kekasih sejati
raut wajah yang pernah menghuni ihtilammu
         akankah kembali tiba saat malam pengantin
ceritakan padaku seperti apa rasa khuldi
ihwal rindu kita sejak mula menggauli dosa
         [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on December 11th, 2007

Langit Akhir

- untuk: nike ardilla -
hujan belum tuntas menderas
ketika kau menyeruak tiba
dari kerumunan taman silam
dari tilas-tilas getas usia belia
kau masih seperti dulu
        raut parasmu yang lugu
menyapaku dengan lagu pilu
nirwana macam apa
          kau peram dalam muram matamu
cinta apa bergetar pada alur alismu,
yang serupa bayang samar sepasang camar
                       mengembara di hari terakhir,
di langit akhir
          ketika kata dan cinta [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on November 26th, 2007

Geletar Pinggulmu

- mengenang asia carera -
geletar pinggulmu merasuki malam pualam
dimana kematian sembunyi
             dalam nyaman liang ular liar
pecundang itu tertatih mendaki licin bukitmu
berkali-kali terpeleset di jalan setapak
                            yang berliku dan menanjak
hingga terdampar pada hamparan lembah kelabu
            dimana rumput alang-alang mengering
                                     sebelum tiba musim semi
dalam garbamu yang gulita
          aku nyalakan pelita
agar cahaya memberkati aksara
     hingga sehelai puisi selesai
                 [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on November 26th, 2007

Puisi untuk Miyabi

kau masuki rimba penuh halimun
hingga bayang tubuhmu jadi nanar
menggigilkan cuaca di puncak takdir
sekilas pertemuan, seutas kenangan
              meramu senja penghabisan
tapi usia belum usai melata
pada paras belia yang jelita
yang seindah bunga sakura
miyabi, mengapa mesti
               kau luruhkan busana
hanya untuk ilusi
yang tak jenuh kau suguhkan
pada akhirnya hari akan tahu
           dimana mesti berhenti
untuk tidak kembali
           menjenguk masa lalu
(Karangasem, Bali,  November [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on November 20th, 2007

Sejauh Alur Batanghari

sejauh alur Batanghari
                    senja tiba lebih dini
hamba terus berkayuh
menjauh dari dermaga Muaratembesi,
                      dari nalam masa silam
Batanghari masih memeram bayang wajah hamba
mengalirkan kenangan ke dalam sanubari
             berpusar menjadi lubuk-lubuk waktu
dan rindu yang terus berlagu
             serupa nyanyi peri-peri penunggu sungai
senantiasa memunculkan wajah jelita
                                    Tuan Putri Pinangmasak,
               junjungan hamba dalam segala cuaca
kini hamba kembali ke sini
namun bukan untuk [...]

No Comments »Filed under: PuisiPosted on November 20th, 2007
Page 4 of 4«1234