Oleh: Wayan Sunarta
Ada banyak cara menggali inspirasi. Yang sudah lumrah adalah berburu ke alam bebas, merenungi hakikat dan keindahan alam, lalu menuangkannya ke kanvas. Cara lainnya, menyelam ke alam batin (bawah sadar), sehingga memunculkan karya-karya berbau surealisme, simbolisme, atau abstrakisme.
Namun, Satar Tacik (41 thn), pelukis dari Ampenan, Lombok, NTB, memiliki cara yang berbeda. Dia menyerap [...]
oleh: Wayan Sunarta
Judul Pameran : Twin Sons of Different Mothers
Seniman : Ida Bagus Indra dan John O’ Sullivan
Kurator : -
Tempat : Gaya Art Space, Sayan, Ubud, Bali.
Waktu : 6 – 30 Oktober 2009
Saudara kembar, mungkin, tidak harus lahir dari satu ibu. Bisa juga dari ibu yang berbeda. Kembar di sini bukanlah kembar fisik, melainkan [...]
oleh: Wayan Sunarta
Judul Pameran : Spirit Behind The Colours 2
Seniman : Amalia Amini
Kurator : -
Tempat : Art by Woman Gallery, Ubud, Bali
Waktu : 9 September – 9 Oktober 2009
Karya-karya Amalia Amini merupakan perpaduan keindahan dan kekelaman. Karya-karyanya cenderung tercipta dari dorongan bawah sadar dan perenungan terhadap hakikat kehidupan. Benda-benda saling bersusunan membentuk simbol dan metafora. Kadang seperti [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Judul Pameran : Tolerism Terrorance
Seniman : I Ketut Teler
Kurator : Arif B Prasetyo
Tempat : Hanna Art Space, Pengosekan, Ubud, Bali.
Waktu : 11 – 30 September 2009
Apa kaitan toleransi dan terorisme? Pelukis Ketut Teler punya jawabannya. Dia bilang, teror bisa muncul jika kita terlalu toleran. Pengertian teror di sini bukan hanya dalam [...]
Teks dan Foto Wayan Sunarta
Pada mulanya adalah garis. Meliuk-liuk membentuk wujud. Empat bocah culun bertelanjang dada asyik mengadu jangkrik dalam bumbung. Itulah salah satu drawing karya Dewa Putu Kantor.
Pelukis yang sangat bersahaja ini senang mengenang masa kanak-kanaknya. Ia merasa beruntung bisa menikmati masa kanak dengan indah walau kemiskinan mendera keluarganya. Kenangan masa kanak itulah salah [...]
Dua fotografer dari dua negara berbeda sama-sama memotret Sumba. Mereka adalah I Wayan Gede Ari Antoni dari Bali (Indonesia) dan André Graff dari Perancis. Pada mulanya mereka hadir di Sumba dengan tujuan berbeda. Antoni yang merupakan mahasiswa Antropologi tingkat akhir menetap di Sumba Timur selama tiga bulan untuk suatu penelitian kebudayaan. Sedangkan Graff bermukim di [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Membaca sejarah seni rupa Bali adalah membaca bagaimana tangan-tangan kekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan teks (wacana) dan citra yang dibangun dan dilemparkan ke ruang publik. Kekuasaan dalam hal ini bisa dikaitkan dengan peranan puri (raja), patron (pelukis ekspatriat), pemilik modal dan akses pasar, serta media massa. Untuk kepentingan tertentu, peranan tangan-tangan kekuasaan [...]
Di Bali sangat sedikit pematung yang kreatif. Pematung yang benar-benar membuat patung dari ide-idenya sendiri. Dulu ada Ida Bagus Nyana, Ida Bagus Tilem, Cokot, Tekelan, yang merupakan para pematung maestro yang pernah dimiliki Bali. Mereka membuat patung dengan coraknya sendiri dan memiliki karakter-karakter yang kuat serta unik.
Kini pematung-pematung dari Bali yang cukup menonjol bisa [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Bagi Putu Wirantawan, berkesenian harus terus bergerak, mencari dan menelusuri berbagai macam kemungkinan. Dan pada akhirnya harus bisa menentukan karakter atau ciri khas yang hendak dijadikan pijakan dalam berkarya. Tentu itulah tantangan yang terberat menjadi seorang pelukis.
Wirantawan pernah mengalami konflik batin berkepanjangan dalam mengambil sebuah keputusan untuk menentukan bahan, medium, karakter dan corak [...]
Oleh: Wayan Sunarta
Patung-patung kayu yang dipamerkan itu seperti segerombolan mahkluk aneh yang bangkit dari masa jutaan tahun lampau. Mahkluk-mahkluk bawah laut yang merayap ke permukaan pantai.
Wujudnya beraneka ragam, ada yang menyerupai kerang, mahkluk bertentakel, sulur-sulur akar pohon bawah laut, jalinan akar yang berkelindan, bongkahan jamur, kerak pohon. Patung-patung itu sangat imajinatif. Namun dari berbagai wujud [...]