Melukis dari Kemurnian Batin

Oleh : Wayan Sunarta
Dengan penuh pertimbangan matang, Made Budhiana kembali tampil berpameran tunggal, bertajuk “Melintas Cakrawala”. Pameran itu digelar di Maha Art Gallery, Sanur, Bali, sejak 26 Mei hingga berakhir baru-baru ini. Dia menyuguhkan 29 karya dari tahun 1983 hingga 2010, berbahan kertas dan kanvas berbagai ukuran. Pameran juga dirangkai dengan peluncuran buku biografinya, workshop [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on July 9th, 2010

Nyoman Sujana Kenyem, Memburu Keseimbangan dalam Puisi Alam

Oleh: Wayan Sunarta
Selain dikenal sebagai gudangnya seniman tradisi, Bali juga tidak kalah bersaing untuk menjagokan seniman-seniman modern dan post modern yang dimilikinya. Ada penari, pemusik, pematung, dramawan, sastrawan, pelukis. Mereka terbiasa bergerak ulang-alik antara tradisi dan modern, bahkan merambah wilayah absurd yang disebut post modern atau kontemporer.
Dalam ranah seni rupa, geliat modern sudah terlihat sejak [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on April 5th, 2010

Menggali Inspirasi dari Batu Permata

Oleh: Wayan Sunarta
 
 
Ada banyak cara menggali inspirasi. Yang sudah lumrah adalah berburu ke alam bebas, merenungi hakikat dan keindahan alam, lalu menuangkannya ke kanvas. Cara lainnya, menyelam ke alam batin (bawah sadar), sehingga memunculkan karya-karya berbau surealisme, simbolisme, atau abstrakisme.
 
Namun, Satar Tacik (41 thn), pelukis dari Ampenan, Lombok, NTB, memiliki cara yang berbeda. Dia menyerap [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on November 22nd, 2009

Karya-karya Kolaborasi dari Kembar Beda Ibu

oleh: Wayan Sunarta
 
Judul Pameran              : Twin Sons of Different Mothers
Seniman                           : Ida Bagus Indra dan John O’ Sullivan
Kurator                            : -
Tempat                             : Gaya Art Space, Sayan, Ubud, Bali.
Waktu                                : 6 – 30 Oktober 2009
 
Saudara kembar, mungkin, tidak harus lahir dari satu ibu. Bisa juga dari ibu yang berbeda. Kembar di sini bukanlah kembar fisik, melainkan [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on October 29th, 2009

Keindahan dan Kekelaman

oleh: Wayan Sunarta
 
Judul Pameran              : Spirit Behind The Colours 2
Seniman                           : Amalia Amini
Kurator                             : -
Tempat                              : Art by Woman Gallery, Ubud, Bali
Waktu                                 : 9 September – 9 Oktober 2009
 
 
Karya-karya Amalia Amini merupakan perpaduan keindahan dan kekelaman. Karya-karyanya cenderung tercipta dari dorongan bawah sadar dan perenungan terhadap hakikat kehidupan. Benda-benda saling bersusunan membentuk simbol dan metafora. Kadang seperti [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on October 24th, 2009

Toleran Melahirkan Teror?

Oleh: Wayan Sunarta
 
 
Judul Pameran              : Tolerism Terrorance
Seniman                            : I Ketut Teler
Kurator                              : Arif B Prasetyo
Tempat                                : Hanna Art Space, Pengosekan, Ubud, Bali.
Waktu                                   : 11 – 30 September 2009
 
 
Apa kaitan toleransi dan terorisme? Pelukis Ketut Teler punya jawabannya. Dia bilang, teror bisa muncul jika kita terlalu toleran. Pengertian teror di sini bukan hanya dalam [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on October 8th, 2009

Dewa Putu Kantor: Bersandar pada Kekuatan Garis

 Teks dan Foto Wayan Sunarta
 
           
Pada mulanya adalah garis. Meliuk-liuk membentuk wujud. Empat bocah culun bertelanjang dada asyik mengadu jangkrik dalam bumbung. Itulah salah satu drawing karya Dewa Putu Kantor.
 
Pelukis yang sangat bersahaja ini senang mengenang masa kanak-kanaknya. Ia merasa beruntung bisa menikmati masa kanak dengan indah walau kemiskinan mendera keluarganya. Kenangan masa kanak itulah salah [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on September 9th, 2009

Cerita dari Sumba

Dua fotografer dari dua negara berbeda sama-sama memotret Sumba. Mereka adalah I Wayan Gede Ari Antoni dari Bali (Indonesia) dan André Graff dari Perancis. Pada mulanya mereka hadir di Sumba dengan tujuan berbeda. Antoni yang merupakan mahasiswa Antropologi tingkat akhir  menetap di Sumba Timur selama tiga bulan untuk suatu penelitian kebudayaan. Sedangkan Graff bermukim di [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on August 5th, 2009

Pita Maha dan “Sanur School”

Oleh: Wayan Sunarta
 

 
Membaca sejarah seni rupa Bali adalah membaca bagaimana tangan-tangan kekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan teks (wacana) dan citra yang dibangun dan dilemparkan ke ruang publik. Kekuasaan dalam hal ini bisa dikaitkan dengan peranan puri (raja), patron (pelukis ekspatriat), pemilik modal dan akses pasar, serta media massa. Untuk kepentingan tertentu, peranan tangan-tangan kekuasaan [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on April 17th, 2009

Apresiasi Masyarakat Terhadap Seni Patung Masih Rendah

 

Di Bali sangat sedikit pematung yang kreatif. Pematung yang benar-benar membuat patung dari ide-idenya sendiri. Dulu ada Ida Bagus Nyana, Ida Bagus Tilem, Cokot, Tekelan, yang merupakan para pematung maestro yang pernah dimiliki Bali. Mereka membuat patung dengan coraknya sendiri dan memiliki karakter-karakter yang kuat serta unik.
 
Kini pematung-pematung dari Bali yang cukup menonjol bisa [...]

No Comments »Filed under: Seni RupaPosted on April 12th, 2009
Page 1 of 3123