Gus Dur, Imlek dan Semangat Pluralisme

Oleh: Wayan Sunarta*
Seandainya mantan Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur masih hidup, tentu beliau tersenyum sumringah menyaksikan pementasan Barongsai dan wayang Po Te Hi. Terharu melihat warga Tionghoa berduyun-duyun menuju Kelenteng merayakan Imlek dengan takzim.
Gus Dur telah tiada. Indonesia kehilangan salah satu tokoh pluralisme yang berjiwa merdeka, kontroversial dan fenomenal. Namun, jasa-jasa [...]

No Comments »Filed under: TilasPosted on February 14th, 2010

Welldo Wnophringgo, Pelukis dan Penekun Spiritual

 
Teks dan Foto Wayan Sunarta
 
 
Lelaki ini terkesan sangar. Anak-anak pasti akan lari ketakutan melihatnya. Gadis-gadis yang tidak mengenalnya mungkin buru-buru menghindar ketika kebetulan berpapasan dengannya. Kalau lelaki ini berada di tengah keramaian dia selalu menjadi pusat perhatian. Kalau kebetulan dia muncul dalam acara-acara seni rupa, dia dengan mudah dikenali. Bahkan penampilannya seringkali mengalahkan acara pameran [...]

No Comments »Filed under: TilasPosted on December 29th, 2009

Belajar pada Lebah

Oleh: Wayan Sunarta
 
Dunia seni rupa tidak hanya unjuk keterampilan teknis, melainkan juga pergulatan ide, pemikiran atau wacana, untuk mencoba melahirkan berbagai terobosan baru. Namun  pada kenyataannya, dunia seni rupa dipersempit dengan maraknya trend atau selera pasar dimana banyak pelukis muda terjebak menjadi bebek, tanpa memiliki pendirian jelas.
Misalnya, ketika trend lukisan tertentu banyak diminati pasar, para [...]

No Comments »Filed under: TilasPosted on October 21st, 2009

Pintu ke-34

 
burung hantu di dahan waru
memanggilku dengan lagu pilu
jengkrik mengerik di rekah tanah
nyanyi serangga hening
di kuncup-kuncup bunga malam
merasuki jiwa galau
menerka dan menakar waktu
 
sendiri meresapi sepi
bermuka-muka dengan diri
tiada yang pasti
pada riak-riak telaga hari
 
hanya resah membuncah
mendedah kalbu
yang hampir hangus
oleh kenangan
 
mungkin di pintu terakhir
aku menunggu
kubacakan untukmu
kisah-kisah malam
sekelam igau
burung-burung hantu
 
 
(Karangasem, 22 Juni 2009)

No Comments »Filed under: TilasPosted on July 3rd, 2009

Impian Usai

impian usai di akhir
napak tilas yang bergegas
gagu meraba getir takdir
galau membaca jejak aksara di tapak tangan
ingatkah kau pada pasir yang mampir dan
terlunta di bening gelas anggurku?
perempuan tuntas membekas pada jiwa
usia dan tahun tiba sebelum senja
tinggal kenangan, selalu kenangan
rekah dan sumringah bagai geliat pandan
ingin membawa kita meretas
abadi dalam pasang surut musim
mimpi terpanjangku adalah keheningan
angan yang menyesatkan [...]

No Comments »Filed under: TilasPosted on November 10th, 2007
Page 1 of 11