<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>jengki.com</title>
	<link>http://jengki.com</link>
	<description>impian usai</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Nov 2008 08:41:08 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Magelang</title>
		<description>
- untuk pelukis deddy paw-

bau tembakau di akhir agustus
merambah kotamu
serupa aroma pagi yang jernih
udara bagai hembusan nafas bayi

di warung nasi senerek bu atmo
jamuanmu mewarnai sedulur
lembah tidar, pakuning tanah jawi

dalam gelinjang wayang lukisan kaca ardhi gunawan
aku menemukan pijakan pengembaraan masa silam
malam-malam nyanyian serangga, lampu sentir, kelir kain kasa,
kresna dari daun jepun ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/11/11/magelang/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menyemai Benih, Melahirkan Matahari Baru</title>
		<description>Oleh: Wayan Sunarta



 

Perkawinan merupakan sebuah upaya untuk menegaskan kehadiran, terutama kehadiran manusia dalam belantara kehidupan dunia ini. Bagi sebagian orang, perkawinan merupakan momok menakutkan, karena berbagai alasan, seperti persoalan ekonomi, kehilangan kebebasan, ketidaksiapan mental dan alasan personal lainnya. Namun bagi sebagian yang lain, perkawinan merupakan pilihan hidup sekaligus anugerah Tuhan ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/11/04/menyemai-benih-melahirkan-matahari-baru/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ngaben Tikus</title>
		<description>Oleh: Wayan Sunarta
 

Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata “ngaben”? Bila anda  pernah  menyaksikan ngaben secara langsung, saya dapat menduga  dalam benak anda  akan muncul gambaran puluhan orang  mengusung bade (menara tempat mayat) dengan sorak sorai yang riuh diiringi gamelan baleganjur, dan upacara pembakaran mayat lengkap dengan berbagai pernak-pernik upacaranya. ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/10/23/ngaben-tikus/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gasing</title>
		<description>dindaku, putri cermin cina,
cinta kita hanya fana
                hanya sekelumit tatap mata
ketika aku tiba di negerimu
ketika ayahandamu, sutan mambang matahari, merestui kita
ketika tuan muda selat ingin mengujiku
                 dalam permainan gasing kegemaran kami
aku tahu cinta kita akan sampai

dinda, abadi cinta kita
seperti putaran gasing
yang bukan petaka, melainkan tanda
ketika gasing itu membentur keningmu
maka keabadian ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/10/14/gasing/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tulamben</title>
		<description>-untuk: riki dhamparan putra-

kini  aku mengerti, saudaraku
mengapa begitu damai di sini
barisan pohon lontar itu
hening merenungi cahya senja
pasrah menerima segala titah
penghabisan

di antara batu-batu lahar itu
aku lihat bayangmu membisu
seperti karang kering yang gagu

tak ada kaktus yang mampu menepis
sisa usia di setapak jalan
menuju ladang-ladang garam

ilalang telah melepas kembang
putih kemilau
serupa wajah jelita cinta
entah kemana ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/09/26/tulamben-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kumpulan Puisi IMPIAN USAI</title>
		<description>SYAIR MAWAR

menembang bayang-bayang
        senja telanjang
di pembaringan ilalang

menguak dinding masa silam
seakan melahirkan beribu lakon
        yang belum tuntas dipentaskan

merabas belukar rimbun
menemukan sekeping bulan
tergantung di dahan palem
        aku terlalu dungu memahami
warna mawar di antara deduri

begitulah segalanya kulafaskan
satu di antara beribu warna pelangi
                    yang hampir memudar
dan senja melahirkan beribu wajah
                  pada bulan-bulan merah

(1992)
 

KASIH ILAHI

sepi ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/09/09/kumpulan-puisi-impian-usai/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kumpulan Puisi MALAM CINTA</title>
		<description>DENPASAR

toko toko tua anyaman pengembara
jalan gajah mada menggeliat
di lekuk lekuk tubuh
betinaku yang gairah

menyusuri embun dinihari
kita nikmati malam percintaan
dalam adonan kasih soto babat
yang melabuhkan resah lapar penyair

di bawah jembatan cinta
terbayang wajah kota yang renta
melulur tubuh kenangan betinaku
 
SEPEDA TUA

sepeda tua di sudut kelam
berapa kali musim rindu
mendera rentamu

pada putaran jeruji waktu
kaki mungil mengayuh ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/09/07/kumpulan-puisi-malam-cinta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sekilas Sajak: SUARA DAN PINTU WAYAN SUNARTA</title>
		<description>oleh: Hudan Hidayat*



"Bagi saya, puisi merupakan suatu wilayah sublim, dari mana saya bisa belajar banyak hal, terutama kehidupan dan keindahan dalam maknanya yang tak terbatas. Mencipta puisi merupakan usaha menyusun mosaik kaca menjadi cermin, dari mana saya mencoba mengenali kembali kepingan-kepingan jiwa dan kenangan yang hilang, juga jejak-jejak perjalanan hidup ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/09/05/sekilas-sajak-suara-dan-pintu-wayan-sunarta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pameran Ronald Wigman</title>
		<description>Perjalanan, Ziarah Jiwa dan Raga

Oleh: Wayan Sunarta



Sebuah perjalanan selalu menimbulkan kesan tersendiri. Sebab ada banyak hal yang bisa dinikmati dari perjalanan. Keindahan sebuah kota atau desa, keunikan perilaku manusia atau adat istiadatnya, makanan yang lezat dan aneh, pengalaman bertemu orang-orang baru, keasingan di suatu daerah yang belum pernah dijamah, sampai ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/09/05/pameran-ronald-wigman/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menyimak Kritik-kritik Suklu</title>
		<description>Pameran Reading Objects

 Oleh: Wayan Sunarta*

 

(salah satu karya Suklu) 
 
Wayan Sujana Suklu merupakan salah satu perupa yang sedang tekun-tekunnya menjelajahi ranah seni rupa kontemporer. Karya-karya kontemporernya telah mengantarnya mengikuti berbagai ajang seni rupa tingkat nasional dan internasional. Namun sebelum melangkah ke pergulatan seni rupa kontemporer yang akhir-akhir ini semakin marak dan digemari ...</description>
		<link>http://jengki.com/2008/08/25/menyimak-kritik-kritik-suklu/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
